Dalam momentum Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-100, NU meneguhkan kembali perannya sebagai pilar penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, peringatan satu abad NU menjadi tonggak refleksi atas khidmah panjang organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini bagi umat, bangsa, dan negara.
Selama satu abad perjalanan, Nahdlatul Ulama telah membuktikan konsistensinya dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada kearifan lokal. NU hadir tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai penyejuk umat, penjaga persatuan, serta penggerak kemajuan sosial, pendidikan, dan kebudayaan.
“Di usia satu abad ini, semoga Nahdlatul Ulama semakin kokoh dalam khidmatnya, terus menjadi cahaya peradaban, penyejuk umat, serta penggerak kemajuan Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, NU diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri,” ucap Shalahuddin kepada media ini.
Demikian pesan reflektif yang disampaikan dalam peringatan Harlah ke-100 NU.
Memasuki abad kedua pengabdiannya, NU diharapkan terus berperan aktif dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara, menjaga keutuhan NKRI, serta mendorong terwujudnya Indonesia yang adil, damai, dan berperadaban mulia.
Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100.
Teruslah menjadi suluh peradaban dan perekat kebhinekaan Indonesia.
(AF/Redaksi)